apa itu blockchain

Halo Tech Lovers!!! Bagaimana nih kabarnya, semoga sehat selalu ya, sehingga kita bisa menebarkan kebaikan dimanapun dan kapanpun 😊

Pada artikel kali ini, edutech ingin berbagi penjelasan lengkap tentang blockchain. Tech lovers juga bisa kunjungi artikel lainnya tentang training blockchain dan dunia kerja blockchain. Namun di artikel kali ini, kami akan bahas blockchain sampai tuntas…. Semoga bermanfaat ya 😊

Apa itu Blockchain?

Blockchain adalah catatan transaksi digital yang membentuk blok kemudian blok tersebut dihubungkan bersama dalam satu daftar yang disebut chain (rantai). Setiap blok memuat hash dari block sebelumnya. Blok pada sistem ini dilindungi oleh kriptografi  dan saling terhubung sehingga membuat suatu jaringan. Jika ada upaya untuk mengubah data pada satu blok, maka harus mengubah data pada blok yang lain.

Secara sederhana Blockchain adalah sistem database yang tidak menggunakan pihak ketiga dalam suatu proses pertukaran data/ transaksi. Penghapusan pihak ketiga ini meningkatan efisiensi biaya, transaksi lebih singkat dan lebih aman. Disinilah letak perbedaan sistem tradisional dengan blockchain. Sistem tradisonal dalam transaksi nya masih menggunakan pihak ketiga sehingga dikenakan biaya transaksi sedangkan blockchain tidak.

Siapa Penemu Blockchain?

Blockchain pertama kali disebutkan oleh Satoshi Nakamoto setelah krisis keuangan 2008 dengan membuat sebuah inovasi cryptocurrency pertama di dunia bernama Bitcoin.

Apa Fungsi Blockchain?

Fungsi blockchain adalah untuk mencatat transaksi yang dilakukan dengan cryptocurrency, seperti bitcoin. Dengan teknologi sistem basis data ini, maka semua transaksi pengguna cryptocurrency dapat tercatat dalam blok-blok yang terlindungi dengan sandi-sandi rumit. Beberapa cryptocurrency lainnya misal Ripple, Litecoin, Nubits, Paycoin, dan Dogecoin juga memanfaatkan teknologi blockchain.

Bagaimana Cara Kerja Blockchain?

Cara kerja blockchain dapat diilustrasikan sebagai berikut

1.         Orang pertama ingin melakukan transaksi dengan orang ke dua

2.         Permintaan transaksi akan disebarkan pada nodes (P2P)

3.         Nodes memvalidasi transaksi yang diterima

4.         Setelah terverifikasi, transaksi akan dikombinasi dengan transaski lain untuk membuat blok data baru

5.         Blok data baru tersebut kemudian di tambahkan ke blockchain, disimpan secara permanen, dan bisa diakses oleh siapapun

6.         Transaksi selesai.

Apa Sifat dari Teknologi Blockchain?

Sifat blockchain adalah desentralisasi, transparansi dan tidak dapat dirubah (immutable).

1.         Desentralisasi adalah tidak terpusat, dimana tidak ada seorang pun yang mengontrolnya.

2.         Transparansi adalah salah satu sifat blockchain yang menarik dan sering disalahpahami. Di blockchain kita memang bisa melihat semua transaksi yang dilakukan oleh alamat public, namun identitas asli orang tersebut aman dan disembunyikan melalui kriptografi.

3.         Tidak dapat dirubah (immutable) karena blockchain terdapat hash kriptografis. Hash kriptografi ini menjadikan setiap block mampu melakukan verifikasi integritasnya masing-masing.  Dalam konteks cryptocurrency seperti bitcoin, transaksi dijalankan menggunakan algorutma hashing yang memberikan output dengan panjang tetap, tidak peduli seberapa besar atau kecil input yang diberikan.

Jaringan apa yang digunakan oleh Blockchain?

Jenis jaringan yang digunakan Blockchain adalah jaringan peer to peer. Dengan menggunakan  jaringan peer to peer maka pengguna blockchain juga dapat terhindar dari berbagai fraud yang bisa terjadi karena adanya modifikasi data atau peretasan (hack). Untuk dapat  meng-hack sebuah blockchain, maka setidaknya harus mengontrol lebih dari setengah (>50%) kekuatan komputer yang ikut mengamankan jaringan blockchain tersebut atau dikenal dengan nama penyerangan 51%.

Bagaimana Penggunaan Teknologi Blockchain?

Penggunaan teknologi blockchain dapat diterapkan di berbagai bidang, diantaranya:

1.         Blockchain di sector finansial

Pada sector finansial, pemanfaatan blockchain sangat luas. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Eny Panggabean mengatakan bahwa penggunaan blockchain bisa diaplikasikan untuk menunjang pembayaran lintas negara dan untuk proses remitansi (dengan menggunakan private blockchain). Blockchain juga bisa dimanfaatkan untuk mencatat kepemilikan tanah/properti, merekap transaksi saham dan obligasi.

2.         Blokchain di bidang industry musik

Hal ini dicetuskan oleh spotify yang diusung Mediachain untuk membuat sistem penghitungan dan pembayaran royalti musik

3.         Blockchain pada supply chain

Digunakan untuk meningkatkan visibilitas dan dokumentasi informasi logistic

4.         Blockchain pada  e-commerce

Digunakan untuk mengefisiensi manajemen identitas, membangun sistem pelacakan dan mengidentifikasi keasilan produk

Bagaimana Perkembangan Blockchain di Indonesia?

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia menyatakan bahwa bitcoin salah satu mata uang digital atau biasa disebut cryptocurrency dilarang digunakan di Indonesia. Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika juga menyatakan bahwa bitcoin bisa menciptakan black economy karena asal muasal atau penerbit uang tersebut tidak jelas. Namun, ia tidak melarang teknologi blockchain yang menjadi teknologi dasar beroperasinya bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

Berikut beberapa perusahaan atau startup di Indonesia yang telah menerapkan blockchain.

1.         PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

telah menerapkan blockchain untuk mempercepat transaksi pembayaran dan mengurangi kompleksnya transaksi pada back office.

2.         PT Pos Indonesia

perusahaan yang bergerak di bidang logistik ini juga telah menerapkan blockchain dengan mengembangkan Digiro.in, sebuah layanan giro yang mengadopsi teknologi blockchain.

3.         OnlinePajak

juga menggunakan teknologi blockchain pada akhir April 2018 untuk semakin memudahkan wajib pajak membayar pajak serta mendukung transparansi transaksi pajak.

4.         Pundi X

adalah salah satu startup karya anak negeri yang dibangun dengan menggunakan teknologi blockchain dan cryptocurrency. Pundi X membuat produk mesin kasir yang bernama Pundi X POS. Produk ini berupa kartu uang elektronik dan aplikasi dompet digital.

Bagaimana Perkembangan Blockchain di Dunia?

Berikut hal-hal yang menarik yang telah negara-negara di belahan dunia lakukan terhadap teknologi blockchain

1.         Di Amerika Serikat, di beberapa perusahaan yang penghasilan per tahun lebih dari 500 juta, 28 persen dari mereka, menginvestasikan 5 juta dolar atau lebih pada teknologi blockchain.

2.         Di Timur Tengah, Bahrain berencana jadi negara pertama yang menerapkan teknologi blockchain dalam sistem keuangan nya.

3.         Di Asia Tenggara, Singapura adalah negara terdepan yang terbuka dengan teknologii blockchain.

4.         Di Swiss, Ernst and Young yang telah mengumumkan teknologi barunya, yaitu membuat dompet digital yang tersedia untuk semua pegawainya.

5.         London Stock Exchange juga mulai menggunakan blockchain untuk meningkatkan transparansi bagi informasi kepemilikan saham untuk bisnis yang tidak terdaftar

6.         IBM membangun ‘Blockchain sebagai layanan’ yang ditawarkan berdasarkan Hyperledger. Dengan hal ini maka akan memungkinkan pelanggan membangun jaringan blok yang aman

Bagaimana Dampak dari Blockchain?

Ada beberapa dampak yang timbul akibat dari teknologi blockchain ini, diantaranya yaitu:

Blockchain tidak memiliki biaya transaksi

Blockchain dapat menggantikan semua proses dan model bisnis yang masih bergantung dengan proses yang membutuhkan biaya untuk transaksi. Bahkan pendatang baru seperti GoJek, Uber, Gran dan sejenisnya terancam oleh teknologi blockchain

Berdampak pada perubahan revolusioner yang lebih dahsyat

Dalam dunia finansial, blockchain akan mengubah cara kerja bursa saham, pinjaman, dan kontrak asuransi. Jika setiap lembaga keuangan tidak melakukan penyesuaian maka mereka akan bangkrut atau bisa jadi pendapatan industri finansial tersebut akan tergerus. Bahkan 15 persen bank di dunia saat ini telah mulai mengembangkan metode untuk memanfaatkan blockchain dalam keperluan bisnis mereka.

Efisiensi dan transparansi dalam segala sektor meningkat.
Akan ada investasi besar-besaran ke pembangunan infrastruktur storage dan sistem keamanan yang lebih mumpuni
Banyak sektor yang harus jatuh

Pada industri level makro dapat mengakibatkan sektor harus jatuh terlebih dahulu atau harus beralih dari sistem sentralisasi menjadi blockchain. Namun hal itu bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan karena implementasi secara keseluruhan akan membutuhkan perombakan fundamental

Apa yang Menjadi Tantangan Blockchain?

Blockchain pertama kali beroperasi pada tahun 2009 dan baru beredar di pasaran 8 tahun kemudian. Ada beberapa hal yang menjadi tantangan untuk menerapkan Blockchain diantaranya:

1.         membutuhkan penyimpanan yang besar

Kebutuhan medium penyimpanan sangat besar untuk men-download seluruh data transaksi yang pernah dicatat. Minimal membutuhkan waktu 1-2 hari sebelum bisa menjalankan sistem blockchain. Sejak beroperasi 2 tahun, etherum salah satu pihak developer teknologi cryptocurrency sudah memiliki 200 gigabite data transaksi dan koding kontrak. Penggunaan secara massal akan membuat kebutuhan kapasitas ini meningkat secara eksponensial.

2.         Keamanan

Tantangan keamanan karena selama  8 tahun beroperasi, faktanya BitCoin pernah dibobol beberapa kali. Tentu hal ini menjadi pertimbangan jika kita benar benar ingin mengadopsi Blockchain sebagai fondasi.

3.         Belum adanya regulasi yang mengatur transaksi secara digital yang jelas dan komprehensif
4.         Perubahan transaksi dari  ter-sentralisasi akan membutuhkan usaha besar-besaran untuk beralih ke desentralisasi
5 .         Membutuhkan dana yang besar

Perlu usaha yang besar dalam melakukan integrasi dan pengadaan modal untuk mengadopsi teknologi Blockchain di awal masa pengembangan teknologi.

Apa itu Blockchain 2.0?

Blockchain 2.0’ dipopulerkan Pada tahun 2014,  teknologi ini digunakan dengan lebih cerdas dan lebih maju. Misalnya, kontrak cerdas dapat memroses pembayaran saat proyek selesai. Blockchain 2.0 berpotensi untuk membuka teknologi agar digunakan di industri lain di luar sektor keuangan.

Apa itu Blockchain Developer?

Blockchain Developer adalah sektor tenaga kerja profesional dengan bayaran teratas dalam pengembangan perangkat lunak, setara dengan spesialis yang berfokus pada kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Banyak orang khususnya millenial mencari cara untuk menjadi blockchain developer karena selain penghasilan nya yang besar, lowongan pekerjaan di bidang blockchain developer pun sangat besar seiring semakin meroketnya permintaan perusahaan terhadap industry teknologi blockchain.

Sebagaimana yang telah kita baca diatas, bahwa lambat laun blockchain akan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari bahkan keberadaanya bisa seperti computer dan internet yang telah mengambil alih hidup kita. Blockchain ini menjadi teknologi yang sangat penting untuk kita pelajari agar keberadaan nya bisa menguntungkan bisnis kita bukan sebaliknya.

Oleh karena itu, Edutech Solution menyediakan training/ kursus blockchain. Ada dua training blockchain yang dapat diikuti, yaitu etherum for beginners : build a blockchain app dan blockchain – principles and practices

Untuk daftar training blockchain atau info pelatihan IT lebih lanjut, silahkan menghubungi kontak dibawah ini

WA/Call) : 0822-1443-6962

Email : info@edutechsolution.co.id

Referensi

  1. https://www.geeksfarm.com/detail-training/blockchain-43
  2. https://edukasiempatnol.com/course/3-hari-menjadi-blockchain-developer-untuk-pemula/
  3. https://www.kominfo.go.id/content/detail/11966/beda-blockchain-dengan-bitcoin/0/sorotan_media
  4. https://www.barantum.com/blog/blockchain-adalah/
  5. https://idcloudhost.com/mengenal-apa-itu-teknologi-blockchain/
  6. https://www.online-pajak.com/blockchain
  7. https://www.andryo.com/id/blockchain/
  8. https://evanfabio.com/2017/09/07/businesstalk-penjelasan-blockchain-secara-sederhana/
  9. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20171206103025-185-260438/mengenal-blockchain-dan-bedanya-dengan-bitcoin
  10. https://tirto.id/blockchain-teknologi-yang-awalnya-membuat-takut-bank-cxJu
  11. https://bixbux.com/blockchain/
  12. https://jojonomic.com/blog/blockchain/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *